Tanggul Ketiwon Terkikis, Pemkot Tegal Tangani Dampak Banjir

oleh -303 Dilihat

Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) langsung melakukan tindakan darurat setelah kondisi Tanggul Ketiwon semakin terkikis. Kerusakan pada struktur tanggul ini memicu kekhawatiran warga sekitar karena air sungai mulai merembes dan menggenangi area pemukiman di Kelurahan Panggung. Bahkan, petugas telah menyiagakan ratusan karung pasir guna membendung aliran air agar tidak meluas ke ruas jalan utama.

Wali Kota Tegal menginstruksikan tim gabungan untuk memantau titik-titik rawan kebocoran di sepanjang bantaran sungai secara berkala. Oleh karena itu, alat berat mulai beroperasi di lokasi guna melakukan penguatan struktur tanah yang tergerus oleh derasnya arus sungai selama hujan lebat semalam. Pemerintah ingin memastikan keselamatan warga tetap terjaga meskipun cuaca ekstrem masih mengancam wilayah pesisir utara Jawa Tengah tersebut.

Penanganan Darurat dan Evakuasi Warga

Petugas BPBD Kota Tegal kini fokus melakukan evakuasi terhadap kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak yang rumahnya terdampak luapan air. Selain itu, relawan bersama warga setempat bahu-membahu membangun tanggul darurat sementara dengan menggunakan tumpukan karung berisi pasir dan bambu. Sebab, debit air sungai sewaktu-waktu dapat kembali meningkat jika hujan deras kembali mengguyur wilayah hulu dalam waktu dekat.

Akibatnya, akses jalan di sekitar kawasan Ketiwon sempat ditutup sementara guna mempermudah mobilitas kendaraan pengangkut material penahan banjir. Namun, tim teknis memastikan bahwa sirkulasi air pada pintu-pintu pembuangan tetap berjalan optimal guna mempercepat penyurutan genangan di rumah warga. Selanjutnya, Pemkot Tegal akan segera mengajukan perbaikan permanen kepada pihak otoritas wilayah sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.

Sinergi Lintas Sektor untuk Mitigasi Bencana

Pihak Dinas Sosial juga mulai mendirikan dapur umum dan posko kesehatan di lokasi pengungsian sementara guna menjamin kebutuhan dasar warga terpenuhi. Bahkan, petugas medis memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi korban banjir guna mencegah penyebaran penyakit pasca-bencana seperti gatal-gatal dan diare. Oleh sebab itu, kerja sama antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan kondisi kota.

Tanggul Sungai Ketiwon Jebol, Permukiman Warga Terdampak Banjir Jateng Press

Baca juga:Jateng Siapkan Relokasi Korban Tanah Bergerak Tegal

“Kami bergerak cepat memperkuat tanggul agar warga tidak lagi merasa was-was. Oleh karena itu, penanganan fisik dan bantuan logistik harus berjalan seiringan,” ujar salah satu pejabat Pemkot Tegal di lokasi.

Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup akan membantu proses pembersihan sampah yang terbawa arus banjir agar tidak menyumbat drainase kota. Dengan demikian, aliran air dapat kembali lancar menuju laut tanpa menimbulkan hambatan baru yang berpotensi memicu genangan di titik lain.

Rencana Perbaikan Permanen di Masa Depan

Pemkot Tegal menyadari bahwa penanganan darurat dengan karung pasir hanyalah solusi jangka pendek untuk meredam luapan air. Sebab, pengikisan yang terjadi pada dinding tanggul sudah cukup parah dan memerlukan konstruksi beton yang lebih kokoh di masa mendatang. Oleh karena itu, perencanaan anggaran untuk normalisasi sungai dan penguatan permanen Tanggul Ketiwon menjadi prioritas dalam rapat koordinasi pembangunan daerah berikutnya.

Berikut adalah tiga fokus utama penanganan di Ketiwon:

  1. Penguatan Darurat: Menggunakan ribuan sandbag (karung pasir) untuk menutup titik jebol dan titik rembesan air.

  2. Pemompaan Air: Menyiagakan mesin pompa mobile guna membuang genangan air dari pemukiman kembali ke aliran sungai.

  3. Logistik Korban: Menyalurkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan secara cepat kepada warga yang terdampak langsung.

Meskipun demikian, warga tetap diminta untuk selalu waspada dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda kenaikan debit air yang tidak wajar. Sebagai penutup, gerak cepat Pemkot Tegal dalam menangani Tanggul Ketiwon diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah musim penghujan ini. Dengan demikian, mari kita dukung upaya petugas di lapangan dengan menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.